Blog Mbah Dinan

Portal Musik Etnis Kalimantan Barat

LightBlog
LightBlog

Minggu, 27 Juli 2014

Gendang Dayak di Kalimantan Barat

Dalam ensambel musik Dayak banyak dijumpai alat musik gendang. Alat musik ini dianggap penting dalam ensambel musik Dayak, karena tanpa gendang musik yang diaminkan kuranglengkap dan tidak enak didengar. Hal ini kemungkinan mengacu pada cirri khas musik dayak yang banyak bermain dengan pola ritme, sehingga gendang dianggap penting penggunaannya.

Gendang termasuk jenis alat musik membranophone, yaitu  golongan alat musik yang sumber bunyinya berasal dari kulit atau selaput tipis yang diregangkan. Bagian tengah instrumen diberi lubang untuk sirkulasi udara dan resonansi bunyi. Kulit yang digunakan biasanya adalah kulit sapi, kulit kambing, dan kulit kijang muda agar suara yang dihasilkan nyaring. Cara memainkannya ditabuh dengan dua tangan sambil dipeluk di samping kiri atau kanan pemainnya. Fungsinya sebagai pemangku irama atau memberi ketukan pada musik yang dimainkan.

Budaya musik Dayak mempunyai beberapa gendang. Penggunaannya menyesuaikan konteks dimana musik tersebut dimainkan, apakah dalam kesenian yang sifatnya profane atau yang berhubungan dengan upacara. Namun dari kebanyakan gendang yang digunakan, kita dapat membaginya dalam dua jenis gendang, yaitu gendang panjang, gendang pendek, dan gendang besar. Adapun penjelasan mengenai beberapa jenis gendang yang digunakan dalam musik Dayak adalah sebagai berikut.
  1. Gadobokng adalah Gendang pendek yang terbuat dari kayu dimana bagian tengahnya berlubang dan dilapisi kulit (kulit kambing) sebagai sumber bunyi. Biasanya ukjuran yang digunakan berkisar 28cm sampai 34cm. Memainkannya dengan cara dipukul atau ditabuh dengan tangan dan ditempatkan di sisi kiri atau kanan pemainnya. Kulit diikat dengan membrane dan diberi pasang untuk mengencangkan.
  2. gadobokng
  3. Tuma ialah sejenis gendang panjang dengan ukuran berkisar 110cm dan diameter 15cm sampai 26 cm. Cara memainkannya ditabuh dua tangan dengan posisi miring dan ditempatkan di sebelah kiri atau kanan badan pemain. Pada bagian ujung diberi tali untuk dikaitkan di kaki pemian agar alat musik ini tidak bergeser ke belakang ketika dimainkan. Kulit diikat dengan rotan dan diberi pasang untuk mengencangkan membrannya. Sebutan Tuma dikenal pada masyarakat Dayak Kanayatn, sedangkan nama lain Tuma disebut juga dengan Ketubong atau Katubong. Penyebutan ini lebih banyak digunakan mulai daerah Sanggau hingga Kapuas Hulu.
  4. tuma atau ketubong
  5. Kubeh (bedug Dayak) yaitu gendang besar kurang lebih 150cm sampai 200cm dengan diameter berkisar 40cm sampai 60cm. Kulit yang digunakan untuk membrane adalah kulit sapi agar kuat ketika dimainkan. Cara memainkannya ditabuh dua tangan menggunakan stick kayu.Sesungguhnya kubeh dimainkan pada upacara Totokng. Namun kini kubeh sering digunakan secara umum.
  6. kuberh atau bedug dayak
  7. Ganakng adalah gendang yang mempunyai dua sisi membran menggunakan kulit kambing atau rusa. Panjang alat musik ini berkisar 60cm sampai 120cm dengan diameter 20cm sampai 28cm. Pada beberapa masyarakat Dayak terdapat juga Ganang dua membran yang tidak sama besarnya, artinya salah satu sisi lebih besar dari sisi lainnya.
  8. Gendang Silat hampir menyerupai Ganang. Namun ganang biasanya dimainkan oleh dua orang dengan pola tabuh we’nya dan naknya (gendang satu dan gendang dua) dengan menggunkan pola sincopasi (bersahutan), sedangkan gendang silat kebanyak dimainkan satu orang. Kalaupun gendang silat dimainkan dua orang, namun pola tabuh yang dibawakan kebanyakan sama atau unison. Ukuran alat musik ini kurang lebih seperti ukuran Ganang.
Demikian penjelasan gendang yang terdapat dalam tradisi musik Dayak. Kemungkinan masih ada gendang yang belum tercatat dan saya harap beberapa teman-teman dapat melengkapinya dengan meninggalkan komentar dibagian bawah artikel ini. Dapat juga memberikan masukan dengan mengirimkan email ke etnikprogresif@gmail.com. Untuk lebih jelasnya, silahkan anda mengunjungi borneo artshop. Disana terdapat beberapa alat musik Dayak yang bias dipelajari. Terima kasih telah membaca artikel gendang dalam musik Dayak Kalimantan Barat. Semoga bermanfaat bagi semua.

1 komentar:

  1. Blog ini melestarikan kesenian khas Dayak, sangat diapresiasi. Semoga masih banyak pemuda-pemudi Dayak Kalbar yang masih peduli dengan kesenian tradisional. Terimakasih untuk upaya pelestarian kesenian ini.

    BalasHapus

Adbox